[CERITAKU] Ketika Seorang Bapak Pulang Dari Perantauannya

Selamat hari nusantara gan…

Setiap 4 bulan sekali bapak pulang dari perantauannya. Sudah 2 tahun ini beliau sendiri tinggal di Dipasena, sebuah desa pertambakan di daerah ujung lampung tepatnya di Kecamatan rawajitu timur, Kabupaten tulang bawang. Dulu dari awal pertama bapak hijrah dari kampung halamannya pada tahun 90 ke Dipasena hingga beliau bertemu dengan ibu saya tahun 93. Mereka tinggal bersama dengan ke3 anaknya hingga tahun 2013, ibu saya pindah pulang ke kampung halamannya di Pringsewu. Mulai saat itu setiap 4 bulan sekali seusai panen tambak 1 periode tambak maksimal 3 bulan. Sebulan untuk persiapan) bapak pulang dari Dipasena menemui anak-anak dan istri tercintanya salah satu saya.

bapak saya dengan tambaknya di Dipasena

Hari hari seperti ini yang selalu kami tunggu tunggu, karna selain bawa uang, Bapak bawa oleh-oleh berupa beberapa kilo udang hasil panen dan ikan tentunya, maklum sudah tinggal di Pringsewu saya dan adik-adik saya selalu kangen dengan ikan dan udang yang dulu hampir setiap hari kita makan. Kadang bapak bawa ikan dan udang banyak, kadang juga cuma sedikit, kadang juga gak bawa sama sekali, gapapa yang penting bisa pulang kerumah bertemu anak dan istri dengan selamat.
menyuci ikan oleh-oleh

Pernah suatu saat waktu selesai panen, karna harga udang anjlok, panen bapak cuma dapet dikit, alhasil karna cuma dapet untung dikit, bapak malah menyisihkan udang banyak sekali. Alih-alih menjualnya malah untuk oleh-oleh pulang kampung, ‘untung cuma sedikit, mending sekalian buat oleh-oleh yang banyak, tetangga sama saudara bisa nyicip, anak-anak puas makan udang’ kata bapak. Alhasil kami di Pringsewu yang panen udang, tetangga-tetanga dan saudara-saudara yang kalau dulu jarang di kasih sekarang kebagian deh. Kulkas sampe penuh.. Hehehe

Pernah juga, ada tetangga yang kebetulan main ke Dipasena dan mau pulang ke Pringsewu, bapak nitip ikan nila sedikit, tapi ternyata setelah sampai di rumah ternyata ikanya bau.. Mungkin karna terlalu panas dimobil jadi es nya mencair semua, atau memang kurang es, kamipun dirumah bingung mau diapakan ikannya yang sudah bau ini, mau dibagikan tetangga juga gak mungkin, masa ikan bau gini dibagiin tetangga? Akhirnya saya dan ibu semalaman mencuci ikan dicapur garam, jeruk, kunyit dan dibilas berpuluh-puluh kali, alhamdulillah baunya sedikit hilang walaupun ikannya sudah hampir gitu deh, kalau gak inget bapak nyari ikanya susah, jala malam-malam buat nitip oleh-oleh ke anaknya mungkin sudah ibu saya suruh buang.

ikan slipper goreng & pindang nila

Kemarin bapak pulang, dan seperti biasa bawa. Oleh-oleh ikan lumayan banyak dan udangnya cuma sedikit. Seperti biasa pasti sibuk bagi-bagi ketetangga deket dan saudara, kulkas penuh, malamnya pesta sambal ikan. Makan bersama sekeluarga bersama bapak dan ibu, nikmat sekali pokoknya. Makan enak dan juga enak makan karna bersama-sama satu keluarga. Dan momen ini selalu kurindukan…
sambal udang kentang

Kalo sudah begini seminggu lauknya ikan terus… Yang jelas punya stok ikan banyak di kulkas.. Hehehe mari makan gan….

Iklan

3 thoughts on “[CERITAKU] Ketika Seorang Bapak Pulang Dari Perantauannya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s