Ketika Semua Orang Disekitar Menertawakannya

Selamat hari bela negara gan…

Sekedar Tulisan….

ekspresiandi.wp.com

Dunia ini memang aneh. Saat kita di tertawakan oleh orang-orang di sekitar kita itu menyakitkan, tapi lucunya ada sebagian orang yang mendapatkan keuntungan (uang) dari orang-orang yang tertawa atas dirinya.

Ada seorang anak kecil yang selalu jengkel ketika orang-orang di sekitarnya menertawakan dirinya. Terkadang bahkan dalam hatinya ia menangis saat orang-orang tersebut menertawakannya. Apalagi ketika mereka menertawakan dirinya ketika dirinya melakukan kesalahan. Apakah harus seseorang menertawakan sesuatu kesalahan orang lain? Adakah hal lain yang bisa orang-orang itu lakukan selain menertawakan anak tersebut. Jika sudah begitu, ia akan malu dan bahkan mendendam kepada orang-orang tersebut.

Lalu suatu saat setelah sudah besar, anak itu sedang membawa sesuatu dan tiba-tiba dia terpleset dan terjatuh, sontak orang-orang di sekitarnya yang melihatnya menertawakanya. Anak itu merasa malu dan marah lagi seperti biasanya, tapi tanpa melakukan apa-apa dan bangkit lagi membawa barang bawaanya dengan orang masih menertawakannya.

Suatu ketika anak tersebut semakin bertambah dewasa, dan kini ia sudah bekerja. Suatu hari dia melakukan kesalahan di tempat kerjanya dan teman-temanya menertawakan dirinya. Seperti biasa dia malu dan marah, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya kembali dan melakukan pekerjaanya kembali. Sambil terus mendongkol dia berfikir dan menghayalkan teman-teman yang menertawakannya melakukan kesalahan seperti dia, dan dia bisa balik menertawakan nya.
Tapi iya lalu berfikir, kenapa dia harus juga menertawakanya?
Dan dia juga berfikir lagi, tapi kenapa mereka tidak pernah di tertawakan seperti dirinya?
Dia terus berfikir, berfikir, apakah ada yang salah dengan dirinya?
Dia berfikir lagi dan berfikir lagi sampai terdiam dan termenung. Dan dia tersadar ketika ada yang menepuk bahunya sambil mengatakan “jangan melamun jika bekerja, jangan buat kesalahan lagi” kata seorang pengawas di tempat kerjanya. Terkaget dengan perkataan pengawasnya tadi dia lalu menjawab “iya pak” sambil menganggukan kepala. Pengawas tadi pergi ke tempat lain.

Kini dia tersadar, ternyata hampir selama ini dia tak mengetahuinya. Kini iya mengerti kenapa dirinya selalu ditertawakan orang-orang. Dia tersadar dirinya tidak pernah benar-benar terfokus dengan hidupnya, dengan apa yang dia kerjakan. Pikirannya selalu memikirkan hal-hal yang tidak mungkin. Dia masih selalu memikirkan semua orang yang menertawakanya, ia mendendam pada mereka tapi dia tidak membalaskan dendamnya, yang ada hanya hayalan nya menunggu orang lain juga melakukan kesalahan seperti dirinya. Dia tidak pernah berusaha, bahkan untuk berfikir menjadi lebih baik untuk membalas dendam kepada semua orang tersebut. Hampir selama ini iya baru tersadar bahwa betapa bodohnya dirinya. Seharusnya saat dulu orang-orang menertawakan karna kesalahanya, iya seharusnya memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik..

Dia laki-laki bodoh yang terlalu memikirkan ketika semua orang sepertinya mengejeknya. Bukan memikirkan kenapa semua orang mengejeknya. Dan mungkin sekarang belum telat untuknya merubah dirinya yang selama ini terlalu bodoh hingga semua orang menertawakanya.

Jadikanlah motivasi untuk menjadi lebih baik ketika mereka menertawakan atau mengejekmu, jangan kau ambil semua itu dan memasukkan semunya ke kepala mu, itu tidak akan menjadikan lebih baik. Mungkin kita bisa mengambil filosofi dari seorang pelawak yang mendapatkan keuntungan (uang) dari semua penonton nya yang menertawakan nya. Ketika penonton itu tidak tertawa, berarti pelawak itu gagal melakukan pekerjaanya. Seperti itu kita, saat kita terjatuh dan semua orang di sekitar kita menertawakan kita jangan lah marah atau menyerah, ambilah keuntungan dari itu, jadikan hal itu untuk memotivasi diri kita untuk menjadi lebih baik.

Dunia ini memang aneh. Saat kita di tertawakan oleh orang-orang di sekitar kita itu menyakitkan, tapi lucunya ada sebagian orang yang mendapatkan keuntungan (uang) dari orang-orang yang tertawa atas dirinya.

Semoga bermanfaat, Salam panic brake…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s