Filosofi Seorang Petani Padi

Met Mingguan gan…

Jadi petani padi itu gak enak, dari awal nanem padi sampai mau panen udah gak perlu di bicarakan lagi betapa sibuk dan lelahnya mengurus padi disawah. Bahkan setelah panen pun, pak tani masih di ribetkan dengan harus menjemur hasil panennya (gabah) agar menjadi kering, yaiya kalo gak, ya gak bisa di giling atu di ditumbuk jadi beras kalo masih basah, beras akan menjadi hancur jika tidak kering.

Coba bayangkan, deh.. Panen bukan lah akhir untuk senang-senang, padi masih harus di proses lagi. Itupun kalo hasil panennya memuaskan…

Kita ambil filosofinya seorang petani, bahwa kemenangan bukanlah untuk berpuas diri, bukan untuk bersenang-senang, bukan untuk berpesta pora karna sebuah kemenangan, semua itu masih panjang, kita harus terus bekerja keras lagi, pertahankan apa yang di dapat sekarang. Jangan lengah, tantangan besar masih menunggu di depan kita…

Yuk jemur gabah… Mumpung hari lagi cerah… Lumayan ngitemin badan sekalian. Duduk, FB-an sambil nungguin biar gak di makan ayam gabah yang di jemur…

Baca Juga:

Posted from WordPress for Sony Ericsson K510i

Iklan

2 thoughts on “Filosofi Seorang Petani Padi”

    1. sebelumnya dari kecil saya tgal di daerah pesisir, jadi ya sebagai nelayan yg filosofi nya gak pernah menanam tapi selalu memanen beda sekali dengan petani. sudah 2tahun pindah ya memang butuh adaptasi yang sangat besar dr nelayan ke petani…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s